Materi > Bab 4

Bab 4. Teknik Pemesinan Frais Untuk Pengefraisan

BAB IV

PENGOPERASIAN MESIN FRAIS

 

Tujuan

Setelah mempelajari materi ini, dengan melalui mengamati, menanya, pengumpulan data, mengasosiasi dan mengkomunikasikan, peserta didik dapat mengetahui dan menerapkan teknik pemesinan frais, untuk pengefraisan:

1.    Rata, sejajar, dan siku

2.    Bertingkat

3.    Bidang miring

4.    Alur

5.    Lubang senter

6.    Memperbesar lubang dengan mesin frais

7.    Mereamer

8.    Pembagian bidang beraturan

9.    Pembagian sudut beraturan

10. Roda gigi lurus

11. Gigi rack lurus

 

A.  Macam-macam Teknik Proses Pengefraisan

1.    Pengefraisan rata, sejajar, dan siku arah mendatar

Dalam melakukan pemotongan mendatar, jenis mesin yang digunakan yaitu mesin frais horizontal. Pisau yang digunakan yaitu jenis pisau frais mantel. Berikut ini langkah-langkah pengefraisan rata dengan posisi mendatar:

a.       Siapkan perlengkapan mesin yang diperlukan meliputi ragum mesin arbor dan satu set kollar (ringarbor) dengan diameter lubang sama dengan diameter lubang alat potong yang akan digunakan berikut kelengkapan lainnya.

b.      Majukan lengan (Gambar 26 a) dan lepaskan pendukung arbor (Gambar 26 b).

c.       Bersihkan lubang dan arbor bagian tirusnya (Gambar 27).

d.      Pasang arbor pada spindle mesin dan ikat arbor dengan memutar mur pengikat dibelakang bodi mesin (Gambar 2.49).

Gambar 28. Pemasangan Arbor

Gambar 28. Membersihkan area tirus

Gambar 30. Mengikat Arbor

 

e.       Pasang pisau (cutter) dan ring arbor (kollar) pada arbor posisi pengikatan yang benar dan  posisi pengikatan yang salah apabila yang digunakan pisau mantel helik kiri.

Gambar 31. Pemasangan cutter dan kollar (ring arbor)

 

f.       Pasang pendukung arbor (support) pada lengan mesin dengan posisi tidak jauh dari pisau dan ikat dengan kuat.

Gambar 32.Pemasangan pendukung Arbor

 

g.      Selanjutnya pasang ragum pada meja mesin frais pada posisi kurang lebih di tengah-tengah meja mesin agar mendapatkan area kerja yang maksimal.

h.      Lakukan pengecekan kesejajaran ragum.Apabila jenis pekerjaannya tidak dituntut hasil kesejajaran dengan kepresisian yang tinggi pengecekan kesejajaran ragum dapat dilakukan dengan penyiku. Apabila hasil kesejajarannya dituntut dengan kepresisian yang tinggi pengecekan kesejajaran ragum harus dilakukan dengan dial indikator.

 

Gambar 33. Pengecakan kesejajaran ragum

 

i.        Pasang benda kerja pada ragum dengan diganjal parallel pad di bawahnya. Untuk mendapatkan pemasangan benda kerja agar dapat duduk pada parallel dengan baik sebelum ragum dikencangkan dengan kuat pukul benda dengan keras secara pelan-pelan dengan palu lunak.

Gambar 34. Pemasangan benda kerja pada ragum

 

j.        Selanjutnya lakukan setting nol untuk persiapan melakukan pemakanan dengan cara menggunakan kertas. Untuk jenis pekerjaan yang tidak dituntut hasil dengan kepresisian tinggi batas kedalaman pemakanan dapat diberi tanda dengan balok penggores.

 

Gambar 35. Setting nol diatas permukan benda kerja dengan kertas

Gambar 36. Penandaan kedalaman pemakanan

 

k.      Atur putaran dan feeding mesin sesuai dengan perhitungan atau melihat table kecepatan potong mesin frais.

l.        Selanjutnya lakukan pemakanan dengan arah putaran searah jarum jam bila pisau yang digunakan arah mata sayatnya helik kiri. Pemakanannya dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.

Gambar 37. Proses pemotongan benda kerja

m.    Dalam menggunakan nonius ketelitian yang terletak pada handel mesin pemutaran roda handel arahnya tidak boleh berlawanan arah dari setting awal karena akan menimbulkan kesalahan setting yang akan mengakibatkan hasil tidak presisi menunjukkan pengunaan nonius ketelitian pada handel mesin frais.

Gambar 38. Pemutaran handel mesin saat pemakanan

 

2.    Pengefraisan rata, sejajar, dan siku arah tegak

Untuk mengefrais bidang rata dapat digunakan shell end mill cutter dengan cara yang sama tetapi menggunakan mesin frais tegak. Namun untuk mesin frais universal dapat juga digunakan untuk mengefrais rata pada sisi benda kerja yaitu stub arbor dipasang langsung pada sepindel mesin.

Gambar 39. Proses pengefraisan dengan shell end mill cutter

 

3.    Pengefraisan bidang miring

Bidang miring dapat dikerjakan dengan memiringkan benda kerja pada ragum universal.

Gambar 40. Pengefraisan bidang permukaan miring

 

Apabila bidang permukaannya lebih lebar diperlukan memasang cutter pada arbor yang panjang dengan pendukung.

Gambar 41. Pengefraisan bidang miring yang lebar

 

4.    Pengefraisan Alur

a.    Pengefraisan Alur V Menggunakan pisau Sudut Pemotongan bidang miring atau sudut juga dapat dibuat dengan pisau sudut. Gambar 40 menunjukkan hasil pengefraisan menggunakan pisau dua sudut 45° dan prosesnya dapat dilihat pada Gambar.

         

Gambar 42. Dimensi dan penggunaan cutter dalam pengefraisan alur

 

b.    Pengefraisan alur tembus

Gambar 43. Proses rais alur tembus

 

c.    Pengefraisan alur pasak

Poros yang berfungsi sebagai penerus daya biasanya dibuat alur pasak.Alur pasak tersebut pembuatannya dapat dilakukan dengan mesin frais.Gambar 2.63 menunjukkan pemotongan alur pasak pada mesin frais horizontal. Pemotongan alur pasak yang stub arbornya dipasang langsung pada lubang sepindel mendatar. Gambar dibawah menunjukkan pemotongan alur pasak pada mesin frais vertical.

Gambar 44. Pembuatan alur pasak mesin frais horisontal

 

Gambar 45. Pembuatan alur pasak spindle mendatar

Gambar 46. Pembuatan alur pasak mesin frais vertikal

 

5.    Pengefraisan bentuk persegi

Bentuk-bentuk persegi misalnya membuat segi enam, segi empat, dan sebagainya dapat dilakukan dengan mesin frais dengan alat bantu kepala pembagi. Untuk membuat bentuk segi beraturan ini dapat dilakukan pada posisi mendatar dengan menggunakan pisau endmill. Atau dilakukan pada posisi tegak dengan menggunakan pisau shell endmill.

Gambar 47. Pengefraisan segi empat dengan Endmill cutter

 

Gambar 48. Pengefraisan segi empat dengan Shell endmill cutter

 

B.   Memperbesar Lubang dengan Mesin Frais

Alat untuk memperbesar lubang menggunakan mesin frais adalah boring head

Gambar 49. Boring head set

 

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbesar lubang dengan pisau frais hampir sama dengan proses mereamer, yaitu sebagai berikut :

1.      Pasang benda kerja pada ragum dan benda kerja dijepit ditengah mulut ragum.

2.      Pasang senter bor laksanakan penyetelan

3.      Laksanakan pembuatan lubang awal dengan senter bor.

4.      Setelah dibuat lubang awal, langkah selanjutnya adalah ganti alat dengan mata bor (Ukuran disesuaikan dengan besar lubang yang dikehendaki).

5.      Kemudian laksanakan pengeboran.

Perhatian :

·         Putaran mesin dirubah sesuai dengan diameter mata bor.

·         Jika proses dilakukan secara otomatis, tentukan feeding terlebih dahulu.

·         Sewaktu mata bor akan tembus, kurangi feeding hingga setengahnya.

6.      Setelah pengeboran selesai, ganti mata bor dengan boring head (Ukuran pisau frais yang digunakan disesuaikan dengan besar lubang yang dikehendaki) serta rubah putaran mesin menjadi dari putaran pengeboran tadi dan selanjutnya laksanakan pembesaran lubang hingga selesai. Dianjurkan untuk selalu mengunakan pendigin saat melakukan pekerjaan di mesin frais.

 

C.   Proses Reamer di Mesin Frais

Reamer adalah bor yang digunakan untuk membentuk atau memperbesar lubang. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mereamer dengan mempergunakan mesin frais adalah sebagai berikut :

1.      Pasang benda kerja pada ragum dan benda kerja dijepit ditengah mulut ragum.

2.      Pasang senter bor, laksanakan penyetelan seperti pada gambar berikut

Gambar 50. Bor center yang sudah terpasang

 

3.      Laksanakan pembuatan lubang awal dengan senter bor. Ingat kecepatan putaran mesin serta feeding sudah ditentukan sebelumnya.

4.      Setelah dibuat lubang awal, langkah selanjutnya adalah ganti alat dengan mata bor (Ukuran disesuaikan dengan besar lubang yang dikehendaki).

5.      Setelah pengeboran selesai ganti mata bor dengan reamer (Ukuran disesuaikan dengan besar lubang yang dikehendaki ) serta rubah putaran mesin menjadi ½ dari putaran pengeboran tadi dan selanjutnya laksanakan pereameran hingga selesai.

 

Gambar 51. Proses Reamer di Mesin Frais

 

D.   Penggunaan Kepala Pembagi di Mesin Frais

1.    Sistem Pembagian

Kepala pembagi merupakan satu dari alat bantu yang penting dalam proses frais. Alat ini digunakan untuk membagi lingkaran atau keliling benda kerja menjadi bagian yang sama, seperti pada pembuatan roda gigi, segi empat, segi enam, segi delapan dan lainnya.

Alat ini dapat pula digunakan untuk memutar benda kerja dengan perbandingan relatif terhadap meja seperti pada pembuatan helik dan pereameran. Kepala pembagi terdiri dari roda gigi cacing dengan jumlah gigi 40 yang dipasang pada spindel kepala pembagi. Hal ini berarti bahwa perbandingan putaran kepala pembagi dan benda kerja berbanding 40.

2.    Fungsi Kepala Pembagi

Roda gigi dibuat pada mesin frais dengan cara menyayat benda kerja, membuat alur-alur pada keliling benda kerja dengan jarak dan bentuk tertentu sehingga membentuk roda gigi. Jarak dari alur satu ke alur lainnya harus sama. Oleh karena itu pad a pembuatan roda gigi dengan mesin frais diperlukan alat pembagi keliling benda kerja yang disebut kepala pembagi. Kepala pembagi berfungsi untuk membagi keliling benda kerja menjadi bagian yang sama besar.

3.    Macam-macam Kepala Pembagi

a.    Kepala pembagi dengan plat pembagi

Gambar 52. Kepala Pembagi dengan Plat Pembagi

Keterangan:

1. handel/pengunci

2. mur penyetel

3. handel pemutar porors

4. pelat pembagi dengan 12 bagian

5. pelat penutup/pelindung untuk melindungi pelat dari kotoran dan tatal

6. body (rumah kepla pembagi)

7. pelat pembawa

8. center poros kepala pembagi

9. center kepala lepas

10. alur lubang senter

11. baut pengunci senter kepala lepas

12. center kepala lepas

Pembagian menggunakan kepala pembagi terbatas pada pembagian 2, 3, 4, 6, dan 12 bagian saja

b.    Kepala pembagi dengan penggerak roda cacing dan ulir cacing

Pembagian dengan kepala pembagi yang digerakkan oleh roda gigi cacing dan ulir cacing yang dilengkapi dengan lubang-lubang, akan lebih banyak jika dibandingkan dengan pembagian yang menggunakan pelat pembagi. Lubang yang terdapat pada roda gigi cacing yaitu 16, 42, dan 60 lubang sehingga pembagian kelilingnya dapat dilakukan sebagai berikut :

·         Pada lingkaran yang berjumlah 156 dapat membagi keliling 2,4,8. dan 16 bagian

·         Pada lingkaran yang berjumlah 42 dapat membagi keliling sebanyak 2,3,6,7,1`4,21, dan 42 bagian

·         Pada lingkaran yang berjumlah 60 lubang dapat membagi keliling sebanyak 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 12, 14, 15, 16, 20, 21, 30, 42 dan 60 bagian.

Gambar 53. Kepala pembagi dengan roda cacing dan ulir cacing

 

Keterangan sesuai gambar

1. mur dan baut pengunci

2. pen penyetel

3. roda gigi cacing yang berlubang

4. engkol pemutar

5. pengunci poros pembagi

6. celah pada bodi (untuk menjepit poros)

 

c.    Kepala pembagi dengan roda gigi cacing yang dilengkapi dengan piring pembagi

Roda gigi cacing dan ulir cacing mempunyai perbandingan putaran 40:1. artinya jika engkol diputar 40 putaran maka roda gigi cacing baru berputar satu putaran sehinggga untuk pembagian keliling z bagian diperlukan putaran engkol sebanyak n putaran yang dapat dihitung dengan persamaan: N = 40 : Z. Dimana N adalah jumah putaran engkol, Z = jumlah pembagian yang di perlukan, dan 40 merupakan angka perbandingan transmisi.

Gambar 54. Kepala pembai roda gigi cacing dilengkapi piring pembagi

 

d.    Kepala pembagi universal

Pada kepala pembagi universal poros pembagi dapat disetel secara  horizontal, vertical atau miring. Sehingga dengan kepala pembagi universal kita dapat membuat roda gigi bentuk miring (helik), roda gigi kerucut (payung), maupun roda gigi cacing. 

Kepala pembagi terdiri dari roda gigi cacing dengan jumlah gigi 40 yang di pasang pada spindel kepala pembagi. Hal ini berarti bahwa perbandingan putaran antar kepala pembagi dan benda kerja berbanding 40. Prinsip kerja dari kepala pembagi dapat disajikan dalam Gambar sebagai berikut:

Gambar 55. Kepala Pembagi Universal

Sehubungan dengan kemungkinan adanya kelonggaran antara cacing dan roda cacing engkol harus selalu diputar ke arah yang sama sehingga engkol tidak diperbolehkan diputar kembali saat pembagian. Bila engkol diputar terlalu jauh maka ia harus diputarkan kembali sebesar lebih kurang ½ putaran sebelum dapat dilakukan lagi menurut arah yang benar.

4.    Piring pembagi

Piring pembagi mempunyai lubang-lubang yang dilengkapi dengan gunting pembatas.lubang-lubang. Pada piring pembagi tersebut terdapat lingkaran-lingkaran yang mempunyai jumlah lubang tertentu.

Tabel Jumlah lubang pada piring pembagi

Seri A

Seri B

1

2

1

2

3

30

69

38

77

15

21

37

41

81

42

87

16

23

39

43

91

47

93

17

27

41

48

99

49

111

18

29

43

51

117

53

119

19

31

47

57

 

59

 

20

33

49

 

Gambar 56. Piring Pembagi

 

5.    Pembagian saat menggunakan kepala pembagi

Kepala pembagi berfungsi untuk membuat pembagian atau mengerjakan benda kerja yang berbidang-bidang dalam sekali pencekaman. Adapun yang dapat dikerakan diantaranya:

a.  Pembagian Langsung

Yang dimaksud dengan pembagian langsung adalah, cara mengerjakan benda kerja dibagi menjadi berbidang-bidang dengan cara pembagian langsung, yang dilakukan dengan memutar spindel kepala pembagi yang mengacu pada aluralur/lubang-lubang pelat pembagi.

Kepala pembagi langsung, pada umumnya dilengkapi beberapa pelat/piring pembagi yang beralur V atau berlubang-lubang yang dapat diganti dan dipasang langsung pada spindel.

Gambar 57. Kepala Pembagi Langsung

 

Kepala pembagi langsung umumnya memiliki jumlah alur yang genap, diantaranya ada yang beralur 24 dan 60.

Gambar 58. Piring Pembagi dengan Alur V

 

Untuk pelat pembagi beralur 24 dapat dipergunakan untuk pembagian: 2, 3, 4, 6, 12,dan 24. Untuk mempermudah menempatkan posisi yang baru, pada umumnya pelat pembagi mempunyai angka jumlah pembagian yang dapat dibuat. Rumus untuk pembagian langsung adalah:

Jumlah alur =


Sedangkan pelat pembagi dengan lubang-lubang, mempunyai satu lingkaran lubang dan terdapat pula angka-angka yang menyatakan nomor lubang itu. Cara kerjanya sama dengan plat pembagi beralur V, hanya saja fungsi pengunci indeks diganti dengan pen indeks.

 

Contoh:

Sebuah benda kerja bulat akan dibuat menjadi 8 (delapan) bidang segi beraturan, dengan kepala pembagi langsung yang pelat pembaginya mempunyai alur 24. Hitung agar supaya mendapatkan pembagian yang sama.

 

Jawab :

Jumlah alur =  =   = 3 Alur

 

Jadi untuk mengerjakan setiap bidang, maka spindel kepala pembagi (benda kerja) diputar sebanyak 3 alur, dan pengunci indeks dimasukkan pada alur keempat bila dihitung dari tempat semula. Atau sebaiknya, pengunci indeks ditempatkan pada angka yang sesuai dengan pembagian yang dikehendaki.

 

b.  Pembagian Sederhana

Dalam pembagian sederhana jumlah pembagian dan sudut putarnya sangat terbatas. Untuk jumlah pembagian dan sudut putar banyak disarankan untuk menggunakan kepala pembagi universal.

Gambar 59. Kepala Pembagi Universal

Kepala pembagi jenis ini terdiri dari dua bagian utama yaitu, roda gigi cacing dan ulir cacing.Perbandingan antara jumlah gigi cacing dengan ulir cacing disebut ratio.

Ratio kepala pembagi pada umumnya 1:40 dan 1:60, akan tetapi yang paling banyak digunakan adalah  yang rationya 1 : 40. Artinya, satu putaran roda gigi cacing memerlukan 40 putaran ulir cacing. Sehingga dalam pelaksanaannya untuk membuat segi-segi nberaturan, kepala pembagi universal dapat digunakan untuk pembagian langsung.Namun apabila pembagian tidak dapat dilakukan dengan system pembagian langsung, pembagiannya dapat dilakukan menggunakan bantuan pelat/piring pembagi (Indexsing plate), yang diputar dengan engkol kepala pembagi(Indexs Crank) dan dibatasi dengan lengan/gunting penepat.

 

Gambar 60. Piring Pembagi

 

Fungsi dari indexsing plate ini adalah untuk menempatkan pemutaran/pembagian benda kerja yang diinginkan. Dengan lubang-lubang yang ada pada indeksing plate itulah dapat menempatkan pembagian benda kerja sesuai dengan yang diinginkan. Dengan demikian, semakin banyak lingkaran lubang yang ada, makin banyak pula kemungkinan benda kerja dapat membuat segi nberaturan lebih banyak. Pembuatan/pembagian benda kerja yang dapat dilaksanakan dengan lubang-lubang yang ada, inilah yang disebut pembagian sederhana. Sedangkan engkol pembagi (Indexs Crank) berfungsi untuk memutar batang ulir cacing. Lengan penempat gunanya untuk menempatkan pen indeks. Pada beberapa kepala pembagi, ulir cacing dapat diputar lepas dari roda gigi cacing.

Kepala pembagi universal biasanya dilengkapi dengan 3 buah pelat pembagi, tetapi ada juga yang hanya mempunyai 2 buah. Jumlah lubang setiap lingkaran harus dipilih untuk pembagian yang mungkin dibuat dalam hubungannya dengan ulir cacing pada kepala pembagi.

 

Di bawah ini ditunjukkan beberapa contoh set indexcing plate:

Mesin frais Accera:

Keping I  : 15; 18; 21; 29; 37; 43

Keping II  : 16; 19; 23; 31; 39; 47

Keping III : 17; 20; 27; 33; 41; 49

Mesin frais Brown & Sharpe:

Keping I  : 15; 16; 17; 18; 19; 20

Keping II  : 21; 23; 27; 29; 31; 33

Keping III : 37; 39; 41; 43; 47; 49

Mesin frais Hero: 

Keping I  : 20; 27; 31; 37; 41; 43; 49; 53.

Keping II  : 23; 29; 33; 39; 42; 47; 51; 57.

Mesin frais Vilh Pedersen:

Keping I  : 30; 41; 43; 48; 51; 57; 69; 81; 91; 99; 117.

Keping II  : 38; 42; 47; 49; 53; 59; 77; 87; 93; 111; 119.

 

Apabila diketahui perbandingan antara jumlah gigi cacing dengan ulir cacing (rationya) = 40 : 1 atau i = 40 : 1, berarti 40 putaran ulir cacing atau putaran engkol pembagi, membuat satu putaran roda gigi cacing atau benda kerja.  Untuk T pembagian yang sama dari benda kerja, setiap satu bagian memerlukan:

nc =  =  =  Putaran

Dimana

nc   : putaran indeks

i       : angka pemindahan (ratio)

T     : pembagian benda kerja

Sebagai catatan bahwa, apabila pembagian yang dikehendaki lebih dari 40, ulir cacing diputar kurang dari satu putaran, dan bila pembagian kurang dari 40, ulir cacing diputar lebih dari satu putaran.

Contoh:

Sebuah benda kerja akan dibuat alur berjumlah 16 bagian seperti pada gambar diatas. Tentukan putaran indeks (nc) apabila i = 40:1

 

Jawab:

nc =  =  =  putaran

Dari jawaban diatas maka, engkol kepala pembagi diputar dua putaran penuh, ditambah 8 lubang pen indeks pada piring pembagi yang jumlahnya 16, untuk setiap bagian alur benda kerja.

c.   Pembagian Sudut

Pembagian sudut merupakan sebua pembagian benda kerja yang ditentukan oleh sudut dari pusat lingkaran sampai sudut yang dikehendaki. Untuk kepala pembagi dengan i = 40 : 1, maka setiap putaran ulir cacing akan memutar benda kerja 1/40 putaran, atau nc =  = 90


Bila kepala pembagi dengan i = 60:1, maka setiap putaran ulir cacing akan memutar benda kerja 1/60 putaran atau  = 60

Jadi nc =  =


Contoh:

1)    Untuk membuat sudut 36o dengan i = 40:1, maka engko pembagi diputar: nc =  =  = 4 putaran

2)    Utuk membuat sudut 40o maka engkol kepala pembagi diputar:

nc =  = = = 4 4

Jadi 4 putaran engkol peuh ditambah 8 lubang pada lingkaran lubang 18.

 

6.    Ukuran roda gigi lurus

Adapun ukuran roda gigi lurus yang perlu direncanakan adalah:

Tabel Rumus ukuran roda gigi sistim modul (ukuran dalam mm)

Besar Modul:

 M =  =

 

Banyak gigi:

Z =  =

Diameter tusuk: Dt = Z x M

Diameter luar: Dl = Dt x 2M

Diameter dalam:

Dd  = Dt –(2,2 : 2,6)M

Tinggi gigi:

H =

Tinggi kepala gigi:

ha = M

Tinggi kaki gigi:

hd = (1,1 : 1,3)M

Tebal gigi:

b = (8: 12)M

 

 

7.    Cara pembuatan roda gigi lurus

Berikut adalah cara pembuatan roda gigi lurus pada mesin frais horisontal:

a.  Siapkan benda kerja

b.  Hitung berbagai keperluan yang akan dicapai saat pembuatan roda gigi (kedalaman, putaran mesin, putaran engkol, jumlah gigi, dll)

c.   Siapkan mesin dan peralatan yang dibutuhkan

d.  Pasang pisau modul pada mesin frais

e.  Pasang kepala pembagi di mesin frais

f.    Pasang benda kerja pada kepala pembagi

g.  Setel agar pisau modul dan benda kerja center (gunakan siku dan inside caliper), dimana digunakan rumus untuk center benda terhadap Modul adalah: ½ D – ½ tebal pisau modul. Dimana D adalah diameter benda kerja

Gambar 61. Center  benda kerja terhadap pisau modul

h.  Lakukan proses pemotongan dengan benar serta putaran mesin yang sesuai.

 

8.    Pengefraisan gigi rack

Gigi rack berfungsi untuk merubah gerak berputar menjadi gerak lurus. Biasanya digunakan pada kecepatan yang lambat atau putaran tangan, contohnya pada mesin bor dan alat-alat press. Cara pembuatan gigi rack menggunakan mesin frais sama dengan pembuatan roda gigi.

Standar ukuran gigi rack sama dengan standar ukuran roda gigi karena gigi rack pada penerapannya selalu kerja sama dengan roda gigi atau dapat dikatakan gigi rack adalah roda gigi dengan radius yang tak terbatas. Jadi, jarak antara pusat dua gigi yang berdekatan pada garis tusuk axial = axial pitch = Px, sedangkan, tusuk pada roda gigi = transverse pitch = Pt = π . M.

Maka: Px = Pt = π . M, jadi Px = π . M

Gambar 62. Skema ukuran gigi rack

 

Adapun cara untuk membuat gigi rack adalah:

a.  Siapkan bahan

b.  Hitung keperluan ukuran yang akan dicapat

c.   Siapkan mesin dan peralatan yang dibutuhkan

d.  Pasang pisau modul yang digunakan

e.  Pasang ragum pada mesin frais untuk menjepit benda kerja

f.    Tentukan awal pemotongan

g.  Lakukan pengefraisan sesuai dengan prosedur untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang telah direncanakan

Gambar 63. Pembuatan Gigi Rack